Kemerdekaan Manusia\Bagian 2

Oleh: Prof. H.M. Rasyidi

Kesulitan-Kesulitan Aliran Determinisme

Kemerdekaan disamping merupakan suatu kenyataan juga merupakan suatu masalah, khususnya bagi orang yang ingin memakai metode ilmu alam dalam menyelidiki tindakan manusia. Buku tentang ilmu jiwa yang lama biasanya memuat pasal tentang kemerdekaan, tetapi buku-buku baru tentang psikologi tidak memuat soal tersebut, sebab kebanyakan ahli ilmu jiwa tidak percaya adanya kemerdekaan dan mereka terpengaruh dengan aliran determinisme.

Saya rasa sains akan jauh lebih sederhana daripada keadaannya sekarang jikalau dunia ini tidak ada manusia, sebab dalam dunia yang tak ada manusia, kita dapat meninggalkan fakta-fakta yang bersandar kepada putusan-putusan manusia.

Ilmu jiwa akan menjadi sangat sederhana kalau hanya terdapat binatang-binatang akan tetapi kalau tak ada manusiannya siapakah yang akan mengadakan penyelidikan-penyeledikian?

Ilmu Kemasyarakatan (Social Science/ Sosiologi) yang ortodoks yang menyandarkan diri kepada causal determinism mengandung anggapan bahwa pikiran (intellectual judgment) juga ditetapkan (determined) jadi anggapan bahwa determinisme itu benar juga merupakan anggapan yang ditetapkan.

Prof. Paul Tillich dalam bukunya “Systematic Theology” mengatakan “Penganut aliran determinisme tak merasa bahwa pernyataan mereka, bahwa determinisme itu benar, mengandung arti bahwa mereka itu mempunyai kemerdekaan untuk memutuskan dan memilih yang benar daripada salah”.

Determinisme mekanis melemahkan kemungkinan tercapainya kebenaran akan tetapi mengaku bahwa dirinya sendirilah yang benar. Oleh sebab itu kita akan menyelidiki lebih jauh.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: