Kemerdekaan Manusia\ Bagian 3

Oleh: Prof. H.M. Rasyidi

Kesukaran Dalam Soal Tanggung Jawab (Responsibility)

Perkataan tanggung jawab merupakan satu sifat yang amat baik bagi manusia. Sebaliknya perkataan tidak bertanggung jawab adalah sifat yang jelek.

Bagaimanakah rasa tanggung jawab itu terjadi?

Kelihatannya rasa tanggung jawab itu banyak hubungannya dengan kemerdekaan. Akan tetapi di lain pihak ada dua hal yang bertentangan dengan tanggung jawab:

  1. Determinisme
  2. Indeterminisme

Seseorang tidak bertanggung jawab tentang hal yang tak mengandung kemerdekaan di dalamnya sebagaimana kita tidak meminta tanggung jawab dari sebatang pohon yang tumbang, kemudian jatuh menimpa seseorang. Seseorang yang membunuh karena terpaksa tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu.

Walaupun tidak adanya kemerdekaan menjadikan pengalaman  moril yang tidak berarti, namun kemerdekaan yang sepenuhnya yang berarti indeterminisme juga merupakan akibat yang sama, oleh karena indeterminisme sempurna akan bertentangan dengan kelangsungan sesuatu watak.

Seseorang yang tindakannya tidak dapat diramalkan bukan orang yang baik. Orang yang semcam itu sama keadaannya dengan mata uang yang dilemparkan, mungkin jatuh di suatu sisi atau di sisi yang lain. Orang yang semacam itu akan terpaksa menghadapi putusan tetapi ia tak akan mempunyai gambaran bagaimana keputusan itu nanti.

Pilihan orang tersebut tidak berbeda daripada nasib. Disamping itu pujian dan celaan tak ada mengandung arti. Pujian dan celaan hanya akan mengandung arti kalau ada rasa kemerdekaan dan kalau ada watak yang stabil. Seorang yang baik adalah seorang yang sadar bahwa ia dapat memilih antara dua hal. Akan tetapi orang yang baik pekerjaannya , dapat diramalkan, sebab dalam pekerjaannya ada anasir-anasir yang tetap.

Seorang yang jujur dapat diramalkan bahwa ia tak akan mencuri dompet temannya, akan tetapi kalau ada seseorang yang kedua tangannya terpotong hingga ia tidak dapat mencuri, maka walaupun kelihatannya orang itu jujur kita tidak dapat memuji kejujuran itu.

Jadi untuk mencapai rasa tanggung jawab, kita harus menolak determinisme dan pula indeterminisme. Bagaimana kita dapat menyelamatkan diri daripada kedua kesulitan di atas, sebab kalau kita tidak mendapat jalan keluar, maka seakan-akan kita hanya akan hidup dalam khayalan belaka.

Untuk memcahkan persoalan tersebut di atas, kita akan mengemukakan uraian sebagai berikut:

Ada beberapa tindakan manusia, dimana terlihat bahwa manusia mempunyai kemerdekaan sepenuhnya dalam dirinya sendiri, akan tetapi jika orang lain melihat kepadannya orang tersebut akan mempunyai kesan bahwa dalam tindakan itu tidak ada rasa kemerdekaan. Orang yang semacam itu melihat kepada diri sendiri seolah-olah ia mempunyai kemerdekaan, akan tetapi dilihat oleh orang lain mereka itu hanya seperti binatang yang hanya terpengaruh oleh faktor-faktor di luar dirinya.

Dengan begitu maka sikap determinisme hanya merupakan sikap yang melihat kepada tindakan orang lain. Tindakan orang tersebut yang dipandang dari luar oleh seorang penyelidik yang lain merupakan tindakan yang dipengaruhi oleh faktor luar.

Kalau kita tidak mengetahui tafsiran seperti tersebut di atas, maka kita harus mengatakan bahwa yang terjadi hanya merupakan nasib dan tafsiran ini adalah tafsiran yang salah, sebab yang kita katakana nasib adalah sesuatu kejadian yang kita ketahui faktor-faktor yang menentukannya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: