Harmonisasi Politik dan Islam di Indonesia

Muh.Reza Santirta

[Penggiat Studi Wawasan Islam]

Islam merupakan agama yang mengajarkan harmonisasi antara manusia dengan Tuhan-Nya. Manusia harus senantiasa tunduk atas perintah Tuhan dalam menjalankan segala perintah-Nya. Tuhan sebagai Dzat yang Maha Besar harus dipatuhi perintah-Nya bagi manusia. Termasuk dalam beribadah kepada-Nya yang merupakan kewajiban utama setiap manusia sebagai makhluk Tuhan. Islam mengajarkan setiap manusia untuk tunduk kepada perintah-Nya yang mulia dan memberikan kesejahteraan bagi manusia dan alam semesta. Ajaran-ajaran Islam menaungi semesta alam termasuk dalam ilmu politik. Islam sebagai ajaran yang membawa harmonisasi dan kebahagiaan mengajarkan kepada khalifatullah untuk mengatur urusannya. Maka dalam politik diatur mengenai urusan setiap makhluk.

Islam tersebar diseluruh negeri yang dimulai dari dakwah Rasulullah SAW. Dakwah ini juga diteruskan oleh sahabatnya dan para pengikutnya. Penyebaran ini terus berlanjut hingga berkembanglah Islam ke seluruh dunia. Perkembangan ini juga sampai di Indonesia. Islam di Indonesia mulai berkembang pertama kali ketika berdatangan para pedagang dari berbagai penjuru negeri. Para pedagang dari India (Gujarat), Cina, Malaka, dan Mesir. Mereka saling berdagang dan hasilnya dibawa kembali ke negerinya. Pada abad ke-7 M Islam masih belum menyentuh hati masyarakat yang masih memeluk keyakinan nenek moyang. Perdagangan di wilayah nusantara sangat ramai karena potensi alam yang sangat melimpah sehingga menarik minat berdagang bagi Cina dan India.

Islam mulai berkembang saat menjelang abad ke-13 ketika masyarakat muslim sudah menyebar di Samudera Pasai, Perlak, dan Palembang di Sumatra (Badri Yatim 2008: 193). Bukti-bukti ini juga didukung adanya artefak seperti makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik yang ditulis tahun 475 H (1082 M). Makam-makam Islam di Tralaya yang berasal dari abad ke-13 M merupakan bukti berkembangnya Islam seperti di pusat kerajaan Hindu-Budha, Majapahit. Kemudian Islam membentuk kekuasaan di negeri nusantara. Penyebaran Islam di Indonesia mempunyai tiga fase, yaitu: (1) singgahnya pedagang-pedagang Islam di nusantara yang bersumber dari berita-berita luar negeri yaitu Cina. (2) adanya komunitas-komunitas Islam di beberapa daerah kepulauan di Indonesia. (3) berdirinya kerajaan-kerajaan Islam.

Cikal bakal Islam telah dirintis sejak abad ke-7/8 M (1/5 H), namun perkembangannya tenggelam akibat hegemoni kekuasaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang dan kerajaan Hindu-Jawa seperti Singasari dan Majapahit di Jawa Timur. Islam pada awalnya belum masuk ke wilayah politik karena pengaruh peradaban Islam hanya tampak dalam bidang perekonomian (perdagangan) dan pelayaran. Keterlibatan Islam dengan politik muncul pada abad ke-9 M ketika terlibat pemberontakan petani-petani Cina terhadap kekuasaan T’ang pada masa kekaisaran Hi-Tsung (878-879 M). Akibat pemberontakan itu banyak umat muslim yang menjadi korban dan banyak yang terbunuh. Sebagian lainnya lari ke Kedah (Sriwijaya) bahkan ke Palembang dan membuat permukiman di sana. Kerajaan Sriwijaya melindungi orang-orang muslim di wilayah kekuasaannya.

Kemajuan ekonomi dan politik berlangsung sampai pada abad ke-12 M. Pada akhir abad ini kekuasaan Sriwijaya mulai jatuh dan menyebabkan perekonomian mereka melemah. Selain itu terjadi penyerangan oleh pasukan Singasari yang sedang bangkit di Jawa dan menyerang Melayu di Sumatra. Mereka melakukan ekspedisi Pamalayu pada tahun 1275. Akibat keadaan ini, lemahnya kerajaan Sriwijaya membuat beberapa daerah kekuasaannya melepaskan diri. Maka pedagang-pedagang muslim berhasil mengambil peluang ini. Maka terbentuklah kerajaan-kerajaan seperti Samudera Pasai di pesisir Timur Laut Aceh. Selanjutnya Singasari mengalami kelemahan akibat tidak bisa mengontrol wilayah Melayu dan Selat Malaka. Akibatnya kerajaan Samudera Pasai dan Malaka dapat berkembang dan mencapai puncak kekuasaannya hingga abad ke-16 M. Kemudian diperparah dengan meninggalnya Gajah Mada dan Hayam Wuruk sehingga kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. Akibatnya terbentuklah Demak di tanah Jawa.

Islam terus berkembang hingga muncul permukiman. Menjelang abad ke-13 M, di pesisir Aceh berdiri permukiman Muslim. Persentuhan antara penduduk pribumi dengan pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India pertama kali terjadi di daerah ini. Maka proses Islamisasi sudah berkembang di daerah itu. Islam terus berkembang, hingga di awal abad ke-15 M, perkembangan masyarakat di Malaka terus berkembang hingga menjadi kerajaan Islam kedua di Asia Tenggara. Perkembangan Islam ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Islam tersebar tanpa menggunakan kekerasan karena disampaikan dengan keramahan dan kelemah-lembutan sebagai aktivitas dakwah. Islam tersebar dengan kebersamaan dimana masyarakat dari semua kalangan bisa masuk ke dalamnya. Islam mengajarkan kebersamaan sedangkan Hindu-Jawa mengajarkan perbedaan derajat.

Ada beberapa jalan tersebarnya Islam, yaitu perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan politik.Perdagangan dimulai dari banyaknya pedagang dari India, Persia, dan Arab ke daerah nusantara. Islam berdiri ketika banyak para pedagang muslim tinggal di pemukiman penduduk yang menganut keyakinan Hindu-Budha dan kepercayaan nenek moyang. Kemudian melalui perkawinan, dalam Islam pasangan-pasangan suami-istri yang menikah haruslah beragama Islam. Jalur tasawuf, para ahli ilmu tasawuf mengajarkan ilmunya kepada masyarakat dengan mempelajari teosofi yang bercampur dengan keyakinan masyarakat. Jalur pendidikan, calon pendidik (guru, kiai, dan ulama) mendapat pendidikan agama dan ketika selesai menyebarkan ajarannya kepada masyarakat. Kesenian tampak melalui pertunjukan wayang yang dilakukan oleh Sunan Kalijaga. Jalur politik tampak dalam Islamnya raja-raja di beberapa wilayah nusantara. Maka Islam berkembang dengan pesat sehingga orang-orang non-muslim tertarik dan masuk Islam.

Politik dalam Islam mempunyai sumbangan besar dalam memengaruhi masyarakat. Islam menjadi besar berkat memampuannya dalam melakukan pendekatan secara halus dan indah. Selain itu isi ajarannya penuh dengan kedamaian tanpa ada kekerasan dan kerugian. Islam terus berkembang hingga masa kolonial. Islam terus melakukan perjuangan terhadap penjajahan Belanda yang secara tidak manusiawi menindas masyarakat pribumi. Mereka terus menguras tenaga bangsa pribumi agar mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengambil hasil rempah-rempah. Kekuasaan kolonial terus berkembang hingga mengubah sistem atau tatanan di Indonesia termasuk dalam tatanan politik. Namun berkat kekuatan umat Islam yang bersatu akhirnya penjajah Belanda mengalami kekalahan.

Politik kekuasaan disini adalah Belanda memberi kebijakan dagang untuk merebut Malaka, Johor, dan Banten. Mereka memilih Jakarta sebagai wilayah paling strategis dan daya perlawanannya sangat lemah. Maka terbentuklah kota Batavia. Kemudian Belanda mengontrol kekuasaan Islam di Indonesia. Karena penjajahan banyak kaum pribumi yang mengadakan perlawanan dengan penjajah Belanda. Islam menyadarkan umatnya agar terbebas dari kekuasaan pemerintah kafir. Perlawanan terus berlangsung tiada henti sehingga Belanda berkesimpulan bahwa mereka kuat karena diinspirasi oleh ajaran Islam. Dibentuklah indologie oleh Belanda sebagai kajian terhadap masyarakat Indonesia di Belanda. Pengkajian ini dilakukan agar Belanda dapat mengukuhkan kekuasaannya di Indonesia. Pengkajian ini juga melahirkan apa yang dikenal dengan ‘politik Islam’ dan pertama kali dikembangkan oleh Snouck Hurgronge yang berada di Indonesia antara tahun 1889-1906. Kebijakan dalam agama terhadap kepentingan penjajah adalah membentuk sikap netral terhadap kehidupan keagamaan disamping juga dalam mengatur pelaksanaan haji.

Hingga berlanjut kemajuan Islam di Indonesia di masa reformasi. Islam telah mengalami kemajuan gemilang dalam berbagai periode meski ditimpa cobaan. Sejak masa Orde Baru pemberlakuan Pancasila sebagai azas tunggal tahun 1985 menjadi sejarah besar atas perkembangan Islam di Indonesia. Selain itu pemerintah juga melaksanakan Jawanisasi di Indonesia dimana semua yang berhubungan dengan budaya Jawa disebar ke seluruh Indonesia. Maka peran Islam semakin terbatas, ditambah dengan pengaruh Benny Moerdani yang menekan pengaruh Islam selama 30-an tahun. Akibatnya kekuasaan Soeharto cenderung ke arah kaum Palangis atau kaum Salib (Hartono Ahmad Jaiz dan Abduh Zulfidar Akaha 2003: 28) yang makin menjadi tirani minoritas yang menekan keyakinan kaum minoritas.

Sistem perpolitikan di Indonesia di masa itu juga memengaruhi kebijakan partai. Partai Islam yang terbentuk pertama adalah PPP (Partai Persatuan Pembangunan) pada tahun 1973. Bersamaan pula dengan partai Golkar (Golongan Karya) dan PDI (Partai Demokrasi Perjuangan). Namun kemenangan selalu diraih oleh Golkar dengan suara tertinggi dan mengalahkan partai pesaing. Kemengangan ini juga mengantarkan Soeharto menjadi presiden terlama selama 32 tahun hingga kejatuhannya di tahun 1998. Menjelang Pemilu 1999 mulai bermunculan beberapa partai Islam seperti PPP, PKB, PAN, dan PKS. Namun yang menjadi permasalahan adalah kurangnya keseimbangan dalam perpolitikan di Indonesia. Islam menghadapi tantangan global sehingga memengaruhi kebijakan partai. Modernisasi membuat partai-partai cenderung menjadi pragmatis karena ingin memperebutkan kekuasaan dalam politik praktis. Maka partai Islam harus mampu membangun masyarakat yang Islami dan membentengi diri dari kekuatan-kekuatan asing yang ingin melemahkan umat Islam. Hal ini dikarenakan Islam merupakan sebuah keyakinan akan kebahagiaan umat manusia dan makhluk semesta alam serta meraih kebahagiaan di akhirat. Islam selalu memberikan kesejahteraan dan ketentraman bagi pemeluknya.***


*** disampaikan dalam Diskusi Penggiat SWI “Islam Politik Pasca-Reformasi’, Jumat 08 Mei 2015

Sumber Bacaan :

Jaiz, Hartono Ahmad dan Abduh Zulfidar Ahaka. 2003. Bila Kyai Dipertuhankan. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Yatim, Badri. 2008. Sejarah Peradaban Islam: Dirasah Islamiyah II. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: