GERHANA

GERHANA – Diperkirakan pada tanggal 31 Januari 2018, bumi akan mengalami gerhana bulan total. Gerhana bulan adalah peristiwa penghalangan bulan oleh bumi dari terkenanya bulan oleh sinar matahari langsung dan penuh. Dalam kejadian ini bulan masuk atau berada dalam bayangan bumi oleh sinar matahari.

Menurut catatan para ahli, setidaknya dalam kurun waktu masa kenabian telah terjadi 3 kali gerhana matahari dan 15 kali gerhana bulan.

Sebagai seorang muslim, terjadinya gerhana merupakan salah satu fenomena alam yang istimewa. Namun demikian, berbeda halnya dengan kaum jahiliyah yang menganggap bahwa kejadian gerhana sering dimaknai dan dikaitkan dengan sebuah mitos mitos yang tidak masuk akal. Umat Islam memaknai peristiwa gerhana sebagai salah satu bukti kebenaran dan kebesaran kuasa Allah SWT.

Beberapa mitos yang berkembang di kalangan bangsa Arab pada seputar kejadian gerhana adalah dikaitkannya peristiwa gerhana dengan kemarahan, sukacita maupun kesedihan Sang Pencipta terhadap kematian atau kelahiran seseorang. Hal tersebut terjadi pula saat putra Nabi Muhammad SAW yang bernama Ibrahim wafat. Selang beberapa hari, di Madinah terjadilah gerhana matahari. Beberapa orang terdengar membicarakan tentang terjadinya gerhana disebabkan oleh kesedihan Allah SWT akibat wafatnya putra Rasulullah. Atas kejadian tersebut Rasulullah pun bersabda bahwa “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukan karena kematian seseorang atau karena kehidupan seseorang. Maka jikalau kamu melihatnya, berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, bersedekahlah dan shalatlah.”.(HR Bukhari&Muslim)

Berkaitan dengan keistimewaan gerhana bagi umat Islam, tercatat sedikitnya ada 41 hadits yang memuat bagaimana seharusnya umat muslim menyambut gerhana sebagaimana perilaku Rasulullah SAW. Diantara 41 hadits tersebut, setidaknya terdapat 7 hadits yang berisi perintah sholat dan 18 hadits berisi tata cara pelaksanaan sholat gerhana, sedangkan sisanya berisi tentang informasi dan perintah ibadah lainnya seperti perintah sedekah, dzikir dan istighfar. Beberapa contoh hadits itu antara lain:

Pada suatu ketika terjadi gerhana matahari, maka Nabi Muhammad SAW berdiri untuk bershalat dan bersabda : “Jikalau kamu melihat gerhana itu, segeralah berdzikir, kepada Allah, dan berdoa dan mohonlah ampunan-Nya” (HR Bukhari dan Muslim)

“Di saat hidup Nabi terjadilah gerhana matahari. Rasulullah keluar ke masjid, berdiri lalu takbir. Orang-orangpun lalu berbaris dibelakangnya. Beliau membaca surat yang panjang. Selanjutnya lalu takbir dan ruku’ dan lama juga ruku’nya hampir menyamai waktu berdirinya, seterusnya mengangkat kepala dan membaca ‘Sami’allaahu liman hamidah, rabbanaa walakalhamdu’ lalu berdiri lagi dan membaca lagi surat yang panjang dan kurang sedikit dari yang pertama, lalu takbir dan ruku’ dan lamanya kurang sedikit dari ruku’ yang pertama, kemudian sujud.

Dalam raka’at berikutnya dilakukanlah sebagaimana dalam raka’at pertama sehingga sempurna empat raka’at dengan empat kali ruku’ dan empat kali sujud. Matahari lalu muncul seperti biasa sebelum beliau pulang beliau terus berdiri dan mengucapkan khotbah, memuji Allah dengan puji-pujian yang layak, lalu bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua macam tanda dari sekian banyak tanda-tanda kekuasaan Allah azza wajalla. Terjadinya gerhana matahari atau bulan itu bukan karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Maka jikalau kamu melihatnya, segeralah mengerjakan shalat’ ” (HR Bukhari diriwayatkan dari Aisyah ra).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: