Dakwah Menggapai Ridho Allah

Dakwah Demi Menggapai Ridho Allah
Materi Tazkiyatun Nafs
Oleh : Ustadz Hakam Faruq, S.Ag., M.Pd.

Informasi yang diberikan oleh Allah SWT terkait perjalanan waktu, ada perbedaan perhitungan antara tahun Syamsiyah dan tahun Qomariyah yaitu dalam satu tahunnya ada selisih sebelas hari. Berdasarkan informasi Allah SWT apabila tahun Syamsiyah dan tahun Qomariyah selisih setiap seratus tahunnya itu ada tiga tahun. Jadi apabila seratus tahunnya itu Syamsiyah maka yang Qomariyah itu bertemu dengan angka seratus tiga tahun.

Informasi Allah ini tepat di Al-Qur’an surat Al-Kahfi : (25) yang artinya “ Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” Disana Allah mengkisahkan tentang peristiwa atau tentang bagaimana sekelompok pemuda yang ditidurkan oleh Allah SWT sehingga menghuni gua itu selama kurun waktu tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. Hal ini sesuai dengan perhitungan tahun Syamsiyah dan tahun Qomariyah tiga ratus tahun untuk perhitungan tahun Syamsiyah dan tiga ratus sembilan tahun untuk perhitungan tahun Qomariyah. Cara menghitunganya yaitu sebelas hari disetiap satu tahun dikalikan tiga ratus tahun maka akan bertemu angka tiga ribu tiga ratus hari. Tiga ribu tiga ratus hari apabila dikonversi ke dalam tahun maka akan bertemu angka sembilan tahun. Jadi dalam kerangka ini berarti persatu abadnya itu ada selisih tiga tahun.

Terkait dengan momentum tahun ini,membuktikan bahwa tahun tidak akan terulang lagi dan akan terus berjalan. Betapa pentingnya dan berharganya waktu maka dari itu kita jangan sampai menyia-nyiakan waktu. Untuk mencerahkan batiniyah kita, orang yang mengisi hari-hari, sisa-sisa tahun, sisa-sisa hidup dengan bermujahadah kepada Allah SWT pasti akan memberikan perlakuan khusus. Contohnya seperti di zaman generasi Tabi’in ada seorang Tabi’in yang bernama Abu Abdurrahman As-Salami, beliau sempat di ajar langsung oleh Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Mas’ud. Jadi sahabat Nabi yang mulia ini menjadi gurunya Tabi’in yang bernama Abu Abdurrahman As-Salam dan Tabi’in ini diajak khusus oleh tiga sahabat Nabi terkemuka. Namanya generasi Tabi’in itu tidak sempat bertemu dengan Nabi tetapi sempat bertemu dengan sahabat-sahabat Nabi.
Berikut adalah cuplikan dari kisahnya Utsman bin Affan. Utsman bin Affan adalah sahabat Nabi yang sangat mulia. Sewaktu Nabi sedang bercengkrama saat itu yang sedang bersama Nabi ada Umar dan Abu Bakar, kemudian masuklah Ustman bin Affan yang waktu itu betisnya Nabi sedikit kelihatan. Begitu tahu Ustman akan masuk, Nabi secara spontan langsung menutup betisnya rapat-rapat karena telah hadir seorang hamba Allah. Dan Nabi malu karena kekhasan akhlaqnya Ustman yang tidak banyak orang yang bisa dan melakukannya. Ustman bin Affan diantara kesibukannya sebagai seorang sahabat termasuk menjadi khalifah kala itu, beliau selalu wiridan baca Al Qur’an dari Al-Fatihah samapai An-Nas setiap sehari.

Hal tersebut yang membuat Nabi Muhammad SAW sampai memberikan penghargaan khusus kepada Utsman, seandainya Nabi masih punya putri lagi yang ketiga maka putri Nabi ini akan dinikahkan lagi kepada Utsman bin Affan karena kedua putri Nabi sudah dinikahi dan meninggal maka Utsman berjuluk Dzun Nurain (memiliki dua cahaya) karena Utsman dinikahkan dengan dua putri Nabi. Maka Nabi pernah menyatakan “Seandainya aku masih punya putri lagi yang ketiga maka putriku yang ketiga ini akan aku nikahkan dengan Utsman bin Affan.”

Lalu kisah teladan dari seorang sahabat Nabi yan lain yg bisa memberikan ibrah bagi kita adalah  Abu Abdurrahman As-Salami. Beliau adalah murid Utsman bin Affan dan seorang perawi hadits. Abu Abdurrahman As-Salami mempunyai kebiasaan mengajar mengaji di masjid setiap hari. Gelombang pertama yang diajar mengaji oleh Abu Abdurrahman As-Salami adalah anak-anak, kemudian dilanjutkan gelombang kedua yaitu remaja, gelombang ketiga ibu dan bapak atau orang-orang dewasa,dan gelombang keempat orang-orang yang sudah lnjut usia. Dan itu dilakukan rutin setiap hari sampai Abu Abdurrahman As-Salami wafat.

Menariknya, Abu Abdurrahman Assulami adalah seorang perawi Hadits yang sangat kuat hafalannya. Tekun dalam berdakwah adalah kata yang tepat menggambarkan sosoknya. Abu Abdurrahman Assulami meriwayatkan “Barang siapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab Allah Azzawajalla ( Al Qur’an) maka baginya pahala selama ayat itu dibaca.” Oleh karena itu Abu Abdurrahman As-Salami ingin mencari pahala sebanyak-banyaknya dari membaca Al Qur’an. Dalam sebuah atsar dari Imam Syafi’i adalah “Barangsiapa yang rajin belajar Al Qur’an maka akan menjadi agung kedudukan orang itu.”

Sosok Abu Abdurahman Assulami ini salah satu contoh bahasan Imam Syafi’I kepada murid-muridnya, orang yang pintar dengan Al Qur’an, jasad dan ruhaniahnya diisi dengan Al Qur’an. Maka otomotis Allah SWT akan memuliakan orang tersebut baik secara lahir maupun batin. Besok di akhirat orang-orang seperti ini akan satu kamar dengan Nabi dan Rasul. Kelak dia akan hadir bersama kedua orang tuanya di akhirat, disematkanlah mahkota Qur’ani kepada kedua orang tuanya untuk bersama-sama diajak menuju puncak kemuliaan dan disana sudah ditunggu oleh para Nabi dan Rasul. Subhanallah betapa mulianya orang-orang yang didalam dadanya dan pikirnnya diisi dengan Qur’an maka Allah SWT angkat derajatnya.

Oleh karena itu mari kita berefleksi bahwa untuk mengisi perjalanan waktu hari demi hari, kita harus mempunyai fase dimana ketika fase kita beramal ini benar-benar ada maknanya dan melakukan amal soleh yang mujahadahnya diatas rata-rata. Dan kita mengambilnya sesuai dengan kemampuan kita, misalnya apabila kita mempunyai kemampuan Shalat Tahajud. Shalat Tahajud diwajibkan kepada keluarga kita dan tidak pernah libur Shalat Tahajud, kita wajibkan pada diri kita dan kita bisa menjaga hal tersebut dengan istiqomah . Inilah bentuk orang yang melakukan komunikasi dengan Allah melebihi dan melampaui dari target-target syariah. Dan itulah sebenarnya otentisitas pelajaran Tazkiyatun Nafs.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: