Thoharoh/ Bersuci – Wudhu (Bagian 1)

Ustad Muh. Taqwim, S.Ag

Berwudhu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki”QS Al Maidah:6

Imam Malik di Al Muwattho’shohih bukhori muslim dan disohihkan Al Bani(sholat adalah tambahan pahala)

اذَا تَوَضَّأ اْلعَبْدُا اْلمُؤْمِنُ فَتَمَضْمَضَ خَرجَتْ الخَطَايَا مِنْ فِيْهِ فَإِذَاسْتَنْشَرَ خَرَجَتْ الخَطَايَامِنْ اَنْفِهِ فَإِذَاغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَتْ الخَطَايَا مِنْ وَجْهِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ اَشْعَارِعَيْنَيْهِ فَإذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَتْ الخَطَايَا مِنْ يَدَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ اَظْفَارِيَدَيْهِ فَأِذَامَسَحَ بِرَأْسِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ اُذُنَيْهِ فَإِذَاغَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ الخَطَايَامِنْ رِجْلَيْهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ اَظْفَارِرِجْلَيْهِ ثُمَّ كَانَ مَشْيُهُ اِلَى اْلمَسْجِدِ وَصَلاَتُهُ نَافِلَةً لَهُ

Bila hamba mukmin lalu berkumur maka keluarlah dosa-dosa dari dari mulutnya,maka bila dia beristinsyar(menyemburkan air dari hidung setelah sebelumnya memasukkannya melalui hidung),keluarlah dosa dari hidungnya dan bila ia membasuh mukanya,maka keluarlah dosa-dosa dari wajahnya,hingga keluar dari bawah bulu-bulu matanya dan bila ia membasuh kedua tangannya maka keluarlah dosa-dosanya dari tangannya sehingga keluar dosanya dari bawah kuku-kukunya,maka bila ia mengusap kepalanya maka keluarlah dosanya dari telinganya dan bila dia membasuh kedua kakinya maka keluarlah dosa itu dari kedua kakinya sehingga keluar dari bawah kuku kakinya,lalu jalannya ke masjid dan sholatnya adalah tambahan pahala baginya

Yang wajib dalam wudhu/rukun wudhu :

1.Niat(selain Hanafi menganggap rukun). Niat hilangkan hadats,wudhu,dirikan sholat dan mematuhi perintah Allah.Dalam hati

2.Membasuh wajah dari kening atas hingga dagu.Minimal jatuh 2 tetes.ukuran wajah adalah atas dari yang ditumbuhi rambut secara normal hingga dagu(yang ditumbuhi jenggot).

3.Membasuh kedua tangan sampai siku

عَنْ نُعَيْمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْمُجْمِرِ قَالَ رَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ

الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ يَدَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِي السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ وَقَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْتُمْ الْغُرُّ الْمُحَجَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ إِسْبَاغِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ فَلْيُطِلْ غُرَّتَهُ وَتَحْجِيلَهُ

(MUSLIM – 362) dari Nu’aim bin Abdullah al Mujmir ia berkata, “Aku melihat Abu Hurairah berwudlu, ia membasuh muka dan membaguskannya, kemudian membasuh tangan kanannya hingga sampai lengan, kemudian membasuh tangan kirinya hingga sampai lengan. Setelah itu mengusap kepala, kemudian membasuh kaki kanannya hingga betis, kemudian membasuh kaki kirinya hingga betis. Kemudian ia berkata, “Seperti ini aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu.” Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda: “Kalian pada hari kiamat akan bersinar karena sempurnanya wudlu, maka siapa dari kalian bisa memperpanjang cahayanya sinarnya hendaklah ia lakukan.”

4.Menyapu/mengusap kepala dari kening hingga tengkuk.mengusap bermakna membasahi yakni menyentuhkan

Tangan/jari yang basah ke kepala.tidak mensyaratkan kesemua bagian kepala. cara nabi melakukannya

a.mengusap semua bagian kepala(Bukhori muslim)

عَنْ عَبْدِاللهِ ابْنِ زَيْدِابْنِ عَاصِمٍ قَالَ:..وَبَدَأَبِمُقَدَّمِ رَأْسِهِ حَتَّى ذَهَبَ بِهِمَا اِلَى قَفَاهُ ثُمَّ رَدَّهُمَااِلَى اْلمَكاَنِ الَّذِى بَدَأَ مِنْهُ

“Dari Abdillah Bin zaid Bin Ashim berkata:dan Rosulullah saw memulai mengusap kepala bagian depan lalu menjalankan kedua telapak tangannya sampai tengkuk lalu mengembalikannya keposisi awal memulai”

اِمْسَحُوْا عَلَى اْلحُفَّيْنِ وَاْلحِمَارِ

Umar berkata:semoga Allah tidak menyucikan orang yang tidak menganggap suci orang yang mengusap  khuf dan serban.

عَنْ عَبْدِ الله ابْنِ زَيْدٍ ر ض أَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ ص م يَأْخُذُ لأِ ذُنَيْهِ مَاءَ غَيْرَاْلمَاءِ الَّذِ أَخَذَهُ لِرَأْسِهِ (اَخْرَجَهُ البَيْهَقِيْ)

Dari Abdullah Bin Zaid RA bahwa dia pernah melihat Rosulullah saw menggunakan air untuk(mengusap) kedua telinganya bukan dari air yang digunakan untuk mengusap kepala(HR Baihaqi)

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ ح و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ وَأَبُو الطَّاهِرِ قَالُوا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ

 أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ حَبَّانَ بْنَ وَاسِعٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ

 الْمَازِنِيَّ يَذْكُرُأَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ ثُمَّ اسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ

 ثَلَاثًا وَيَدَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا وَالْأُخْرَى ثَلَاثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى أَنْقَاهُمَا

قَالَ أَبُو الطَّاهِرِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ

(MUSLIM – 347) : Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id al-Aili dan Abu ath-Thahir mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepada kami Amru bin al-Harits bahwa Habban bin Wasi’ telah menceritakan kepadanya, bahwa bapaknya menceritakan kepadanya, bahwa dia mendengar Abdullah bin Zaid bin Ashim al-Mazini menyebutkan, bahwa dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu, lalu berkumur-kumur kemudian beristintsar (memasukkan air ke hidung), kemudian membasuh wajahnya tiga kali, tangannya sebelah kanan tiga kali dan yang sebelah kiri tiga kali, lalu mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa air dari tangannya, dan mencuci kedua kakinya hingga membersihkan keduanya.” Abu ath-Thahir berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab dari Amru bin al-Harits.

Hadits riwayat baihaqi mansukh,terlebih ada hadits di shohih Ibnu Hibban”Beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan sisa air (membasuh) kedua tangannya”tanpa menyebut kedua telinganya/udzunain.

Ibnul Qoyyim di Al Hadi:tidak ada hadits yang shohih yang tidak diperselisihkan ulama yang memberi petunjuk bahwa mengusap kedua telinga menggunakan air baru.

5.Membasuh kedua kaki hingga dua mata kaki

6.Berurutan.)Ahmad dan Muslim)

اِبْدَءُوْا بِمَا بَدَأاللهُ بِهِ

 “Mulailah dengan apa Allah telah memulainya(dalam urutan penyebutan)”

7.Muwalah,satu waktu tanpa jeda.Menurut Maliki dan Hambali rukun/wajib.Menurut Hanafi dan Syafi’i  sunnah.Dalil kesunnahannya:

  1. Nabi wudhu(tangan,muka dan kepala) di pasar lalu ketika akan sholat jenazah di masjid beliau mengusap khufnya(shohih imam malik dari Nafi dari ibnu Umar)
  2. Dari Ibnu Umar bahwa nabi saw pernah memisah dengan waktu tertentu tanpa diingkari sahabat.

            Dalil bahwa itu rukun :

  • Nabi menyuruh seorang laki-laki yang sedang sholat untuk mengulangi wudhu karena ada bagian yang tidak basah di kakinya(HR Ahmad,dawud dan baihaqi,nawawi mendhoifkan, ahmad menshohihkan)
  • Dari Umar bahwa ada lelaki yang wudhu dan tidak membasuh kuku kaki maka diperintah oleh Nabi saw untuk wudhu lagi

اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوْءَكَ

Ulangilah sholatmu dan perbaikilah wudhumu”

Kesimpulannya berurutan harus dilakukan kecuali udzur.wudhu dengan kesungguhan tanpa menyepelekan dan agar konsentrasi dalam niatnya.

8.Menggosok perlahan dengan telapak tangan.

   Alasan pendapat yang masyhur bahwa menggosok adalah wajib :

  1. membasuh tidak terlaksana kecuali dengan cara menggosok/mengusap
  2. diqiyaskan dengan bersuci dari najis maka ia adalah digosok,Qs Maidah:6(faththohharu) adalah ungkapan berarti mubalaghoh/lebih,dalam bersuci terlaksana bila menggosok.

Jumhur ulama(selain Maliki) mengatakan menggosok itu sunnah karena ayat/hadits tentang wudhu tidak menyuruh melakukannya.menggosok perlahan dan sekali tanpa mengulang-ulang untuk menghindari was-was.***

***Disampaikan dalam Kajian Fiqh-Sunnah Studi Wawasan Islam, Masjid Al Barokah Panggungrejo

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: