Thoharoh/ Bersuci – Wudhu (Bagian 3)

 Ustad Muh. Taqwim, S.Ag

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُون

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin[56], siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah[57], hari kemudian dan beramal saleh[58], mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Qs Al Baqoroh :62)

Adab/Sunnah Wudhu

1.Menghadap kiblat,agar doa diterima

2.Duduk di tempat tinggi agar percikan tidak kembali.

3.Tidak bicara agar bisa do’a yang ma’tsur.

4.Tidak minta bantuan orang ketika wudhu.

5.Menggerakkan cincin/melepasnya agar lebih sempurna.

6.Madhmadhoh/istinsyaq dengan tangan kanan dan buang ingus dengan tangan kiri

7.Mengakhirkan wudhu sebelum sholat.

8.Tidak memasukkan kelingking ke telinga.

9.Tidak mengusap leher

10.Tidak mengeringkan anggota wudhu.

11. Tidak mengibaskan sisa wudhu di anggota wudhu

12. Menghemat air.

13. Wadah diletakkan sebelah kanan agar lebih mudah dijangkau.

14. Membaca do’a wudhu

Makruh wudhu           :

1.Menggunakan air melebihi kadar keperluan syara jika dimiliki sendiri tapi kalau air yang diwakafkan,air dimasjid misalnya maka hukumnya haram.diantaranya adalah membasuh lebih  dari 3 X ketika wudhu dan 1X untuk membasuh khuf.Sebaliknya terlalu bakhil juga tidak boleh misalnya membasuh tetapi tidak ada yang menetes.

2.Menyiramkan air kemuka dengan kuat hingga baju basah.larangan bersifat adab

3.Berbicara sehingga menghalangi dari berdo’a.Menurut Syafi’i bertentangan dengan keutamaan.

4.Minta pertolongan orang lain tanpa udzur.

5.Wudhu di tempat najis.

6.Mengusap leher

7.Mubalaghoh dalam istinsyaq dan tamadhmadho/kumur-kumur bagi orang puasa.

8.Meninggalkan sunnah wudhu.

9.Menggunakan air sisa perempuan yang waktu bersucinya tidak bersamaan.

10.Menggunakan air panas.Menyebabkan kusta

Kesalahan-kesalahan dalam berwudhu :

a.Banyak bergurau dan berbicara ketika wudhu

b.Melafalkan niat

c.Tidak membaca do’a sebelum dan sesudah wudhu (Ahmad,Dawud dan Ibnu Majah dalam Shohih Al jami 7514)imam syafii,malik   dan hanafi mengatakan sunnah.membaca basmalah

لاَصَلاَةَ لِمَنْ لاَوُضُوْءَ لَهُ وَلاَوُضُوْءَ لمِنْ لَمْ يَذْكُرِاسْمَ اللّهِ عَلَيْهِ

Keutamaan do’a setelah wudhu(Muslim ,Ahmad nasai di sohih al jami 5803

مَا مِنْكُمْ مِنْ اَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيَسْبِغُ اْلوُضُوْءَ ثُمَّ يَقُوْلَ :…..اِلاَّفُتِحَتْ لَهُ اَبْوَابُ اْلجَنَّةَ الثَّمَانِيَةَ يَدْخُلُ مِنْ اَيُّهَا شَأَ

زَادَ النَّسَائِي:اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ……مِنَ اْلمُتَطَهِّرِيْنَ

d.Dzikir pertengahan wudhu selain dari Abu musa Al Asy’ari riwayat turmudzi tingkatan hasan

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ وَوَسِّعْلِيْ فِيْ دَارِيْ وَبَارِكْلِيْ فِيْ رَزَقِيْ

e.Berbicara ditengah wudhu.menurut sayyid sabiq perkataan yang mubah pada pertengahan wudhu hukumnya mubah.tak ada nash yang melarangnya

f.Berlebihan menggunakan air (mandi dengan 1 sho’/gantang/3 kg dan wudhu dengan 1 mud/6 ons.1 sho:4 mud(HR Bukhori muslim)

يَغْسِلَ بِالصَّاعِ وَيَتَوَضّأَ بِااْلمُدِّ

g.Meremehkan salah satu rukun wudhu

Niat misalnya, menurut jumhur ulama(selain Hanafi) adalah rukun.Bila mengatakan bukan rukun maka orang yang wudhu dengan tujuan kesegaran adalah sah begitu juga menyelam,berenang untuk menyelamatkan orang.

Dalil yang menguatkan niat adalah rukun yaitu:

1.Hadits tentang niat(Muttafaq ‘Alaih dari Umar Bin Khottob)

2.Qs.Al Bayyinah:5

(wudhu sebagai perintah di syara’ tidak akan terlaksana kecuali dengan niat ikhlas,sedang ikhlas amalan hati,yaitu niat)

3.Qiyas.

sebagaimana niat diisyaratkan di sholat dan tayammum maka juga disyaratkan di wudhu agar sah sholat seseorang.

4.Wudhu sebagai wasilah/perantara mempunyai hukum seperti sholat

h.Lupa membasuh tumit(Bukhori muslim)

ويْلٌ لِّلْأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ مَرَّتَيْنِ اَوْثَلَاثًا

i.Tidak menyela nyela jari(Ahmad turmudzi dan ibnu majah)

اَسْبِغِ اْلوُضُوْءَ وَخَلِّلْ بَيْنَ اْلأَصَابِعَ

j.Adanya sesuatu yang menghalangi air

k.Membasuh leher”membasuh leher bisa menghilangkan dahaga”bukan ucapan nabi saw jadi maudhu.’

l.Setelah tidur langsung sholat tanpa wudhu padahal perasaannya sudah terbawa

m.Mengulang wudhu tanpa menyela dengan sholat.Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa menyelisihi sunnah

n.Tidak berwudhu dengan air zam-zam tetapi tayammum

o.Tidak tahu bahwa mencuci anggota tubuh ketika wudhu 1,2 atau 3 kali.

(sekali riwayat Abbas,dua kali riwayat Abdulloh bin zaid dan utsman dan 3 kali riwayat Bukhori)

تَوَضَّأَ النَّبِيُّ ص م مَرَّةً مَرَّةً

اَنَّ النَّبِيَّ ص م تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ

مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَى وُضُوْئِيْ هَذَا ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ لاَيُحْدِثُ فِيْهِمَا نَفْسُهُ غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

p.Tidak melepas cincin

q.Meyakini bahwa memotong kuku/rambut batalkan wudhu

r.Keyakinan salah bahwa membasuh sepatu khusus musim dingin

(Muslim,Ahmad dan nasai dlm shohih al jami’)

لِلْمُسَافِرِ ثَلاَثَةُ اَيَّامٍ وَلَيَالِيْهِنَّ وَلِلْمُقِيْمِ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ فِى اْلمَسْحِ عَلَى اْلخُفَّيْنِ

            “bagi musafir 3 hari 3 malam dan bagi muqim sehari semalam dalam mengusap khuf”

***Disampaikan dalam Kajian Fiqh-Sunnah Studi Wawasan Islam, Masjid Al Barokah Panggungrejo

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: