Studi Wawasan Islam Blog

0

GERHANA

GERHANA – Diperkirakan pada tanggal 31 Januari 2018, bumi akan mengalami gerhana bulan total. Gerhana bulan adalah peristiwa penghalangan bulan oleh bumi dari terkenanya bulan oleh sinar matahari langsung dan penuh. Dalam kejadian ini...

0

Refleksi Atas Buku Islam dan Sekularisme

Refleksi Atas Buku Islam dan Sekularisme Agfa Adityo S. K   Ditulis oleh Syed Muhammad Naquib Al Attas Diterbitkan oleh ABIM, Kuala Lumpur, 1978 Diterjemahkan oleh Penerbit Pustaka, Perpustakaan Salman ITB Bandung, 1981  ...

0

KH Ahmad Dahlan dan Refleksi Asa Pergerakan Umat Islam

KH Ahmad Dahlan dan Refleksi Asa Pergerakan Umat Islam Ahda Abid al-Ghiffari*   Sejarah pergerakan Umat Islam di Indonesia mengenal nama Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah. Pergerakan di sini harus dipahami dengan makna yang sebenar-benarnya....

0

CORDOBA

Megahnya peradaban Islam di Cordoba, Spanyol tidak ditegakkan dengan senjata dan serbuan tentara. Peradaban Islam muncul karena peradaban yang berkembang di tanah para Matador itu mengalami sakit yang berkepanjangan. “Bagaimana sejumlah orang Badui, datang...

0

“Dakwah Kampus dan Tantangan Rekonstruksi Peradaban Islam”

“Dakwah Kampus dan Tantangan Rekonstruksi Peradaban Islam” Arif Wibowo*   Godaan yang selalu muncul pada saat-saat kelam ialah membayangkan sebuah “zaman keemasan”, sebuah negeri ideal yang damai, sejahtera, dan berjaya. Setiap budaya dan tradisi agama memilikinya. Cerita John Bunyan yang tersusun baik, The Pilgrim’s Progress, dapat disejajarkan dengan visi al Farabi tentang Madinatul Fadhilah (Negara Utama). Keduanya menjawab hasrat manusia akan pendorong semangat, kepastian, dan jalan keluar dari masa kini yang sulit. Keduanya tetap merupakan produk kenangan manis, serta dambaan, selain sebagai karya sastra atau filsafat, tidak memiliki dampak praktis yang lebih jauh (Ali A Allawi)   Negara yang bernama Indonesia ini pada mulanya tidak pernah meninggalkan Islam dalam kelahiran dan perkembangannya. Guru dari para founding father negeri ini, Haji Oemar Said Cokroaminoto, secara eksplisit menggunakan Islam sebagai ideologi dan spirit gerakannya. Nama-nama besar lain seperti H. Agus Salim, M. Natsir, Moh Roem adalah para politisi yang mencoba memberikan wacana alternatif bagaimana seharusnya Islam dan kaum muslimin mengawal negeri ini dengan konsep “Theistic Democarcy”nya. Sebab kata Natsir, Pancasila yang mencoba merumuskan demokrasinya sendiri adalah kulit luar yang perlu isi, dan Islam adalah isi yang yang terbaik. Sebab ia tidak hanya berdimensi dunia tapi juga berdimensi ukhrawi, bukan hanya material tapi juga spiritual. Tanpa Islam, Pancasila akan dijadikan budak dan alat pelanggeng status quo oleh para penguasa. Ia bisa dipelintir sesuai dengan selera penguasa.

0

Rasulullah Mengubah Dunia dengan Singkat

Rasulullah Mengubah Dunia dengan Singkat Ilham Kadir [Peneliti MIUMI]* Nabi Ibrahim melahirkan dua orang putra yang juga didaulat oleh Allah sebagai nabi dan rasul, maka dengan sendirinya mereka bahu-membahu mengajar dan mendakwahkan ajaran monoteis...